-->
#NovemberSpeak: Lakukan hal-hal yang selalu Anda inginkan sekarang juga. Atau buatlah rencana-rencana sekarang. Atau programkan pikiran bawah sadar sekarang. Bukan besok! Selamat Datang di jackbox.tk..Jack In The Box merupakan blog sharing dan berbagi yang memberikan artikel-artikel menarik dan inspiratif seperti artikel kesehatan,artikel pendidikan,artikel motivasi,artikel bahasa inggris,artikel lingkungan hidup,artikel islam,artikel menarik,artikel komputer,artikel cinta,tv online,berita,tips,trik,info,teknologi,film serta memberikan informasi,kejadian aneh,unik,life style, berita pilihan terkini secara gratis...Enjoy Here!!! >> ( dicari artikel yang menarik dan original yang belum dipublikasikan sebelumnya untuk dipublikasikan di blog ini, segera kirim ke email: im_zzt@yahoo.co.id ) @ Jack In The Box indonesia blogger .
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Oktober 2011

Ditemukan Candi Budha Abad ke-10 di Sleman


Empat bangunan candi Buddha sekitar abad ke-10 ditemukan di Palgading, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Ini merupakan hasil temuan sejak penggalian dilakukan pada 2006. Struktur tiga candi sudah ditemukan lengkap, dan satu candi lainnya belum lengkap.

Luas bangunan candi yang sudah berhasil ditemukan adalah candi di sisi selatan seluas 13,23 x 17 meter, candi di bagian tengah seluas 8,6 x 6,35 meter, dan candi di sisi utara seluas 8,85 x 8,85 meter. Untuk candi paling utara, sementara ini masih dalam penelitian.

Ketua Tim Ekskavasi Balai Pelestarian dan Peninggalan Purbakala (BP3) DIY, Wahyu Astuti menjelaskan, ekskavasi candi sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun 2006 lalu. Namun sempat berhenti pada 2010, dan baru berlanjut lagi pada Juli 2011.

Ekskavasi awal dilakukan karena ada pelaporan dari seorang warga yang menemukan arca Awalokiteshwara yang merupakan simbol Buddhisatwa dalam penyembahan Buddha.

Keyakinan bahwa candi di Palgading adalah candi Buddha akhirnya diperkuat setelah ditemukan stupa di salah satu candi. Tak hanya itu, dalam ekskavasi 2011 ini juga ditemukan punden berundak serta fragmen gerabah yang bentuknya sudah tidak utuh lagi.

"Hingga akhir September ini, kami akan terus melakukan ekskavasi. Kemungkinan masih ada lagi penemuan-penemuan baru," tambahnya.



Read more

Rabu, 17 Agustus 2011

"Indonesia Raya" Dikumandangkan Radio Tertua di Asia


Lagu kebangsaan "Indonesia Raya" dikumandangkan oleh salah satu radio tertua di Asia, Sri Lanka Broadcasting Corporation, untuk memperingati HUT ke-66 kemerdekaan Indonesia. Lagu "Indonesia Raya" ini diperdengarkan tidak hanya di Sri Lanka, tetapi juga ke seluruh dunia melalui transmisi medium wave (MW) dan lewat situsnya, www.sibc.ik.

Siaran ini menampilkan rekaman pembawa acara, Yusuf Noorden, Direktur Pelayanan Bahasa Inggris Sri Lanka Broadcasting Corporation, dan Duta Besar Indonesia di Sri Lanka Djafar Husein, Selasa (16/8/2011), di Kolombo. Rekaman ini rencananya disiarkan hari ini pada pukul 18.30 waktu Kolombo atau pukul 17.00 WIB.

Dalam pesan yang dibawakan dalam bahasa Inggris, Djafar Hussein menyampaikan ucapan terima kasih kepada rakyat dan Pemerintah Sri Lanka yang menaruh perhatian besar terhadap bangsa Indonesia, khususnya dalam peringatan kemerdekaan RI. Selain pesan dari Pemerintah Indonesia yang disampaikan oleh Djafar Husein, Yusuf Noorden juga mengadakan sesi tanya jawab tentang Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia serta perannya, antara lain dalam politik, sosial, dan budaya, dengan Sri Lanka.

Sri Lanka Broadcasting Corporation tergolong sebagai stasiun radio tertua di Asia atau tertua ketiga di dunia setelah British Broadcasting Corporation dan Voice of America. Radio ini dikenal pada masa lalu dengan sebutan Radio Ceylon dan resmi beroperasi pada 1923 atau tiga tahun setelah diluncurkannya BBC di Inggris.

Stasiun radio yang sekarang dikenal dengan Sri Lanka Broadcasting Corporation itu memiliki 40 studio siaran, sembilan studio di antaranya untuk siaran langsung. Sri Lanka Broadcasting Corporation memberikan pelayanan dalam tiga bahasa, yaitu Sinhala, Tamil, dan Inggris. Pelayanan ini ditujukan bagi warga Sri Lanka di dalam dan luar negeri ataupun masyarakat dunia.

Beberapa tokoh terkenal dunia tercatat pernah berkunjung dan menyampaikan pesannya lewat stasiun radio. Ratu Elizabeth II, misalnya, menyempatkan diri untuk menyuarakan langsung pesannya kepada masyarakat Sri Lanka dan dunia melalui Sri Lanka Broadcasting Corporation pada 1954, yang saat itu dikenal sebagai Radio Ceylon.


Sumber: Kompas.com


Read more

Kamis, 14 Juli 2011

Bahasa Sunda di Ujung Tanduk


Remaja di kota besar di Jawa Barat mulai meninggalkan bahasa Sunda sebagai bahasa sehari-hari. Hal ini dikarenakan kurikulum bahasa Sunda yang diajarkan di sekolah menekankan pada metode hafalan. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Rektor Universitas Padjadjaran Ganjar Kurnia dalam Kongres Basa Sunda IX di Bogor, selasa (12/7).

Kurikulum bahasa Sunda di sekolah-sekolah sekarang terkesan memberatkan siswa karena metode hafalan yang digunakan tidak membuat siswa menggunakannya dalam komunikasi sehari-hari. Selain itu, masuknya budaya luar juga menjadi salah satu faktor berkurangnya minat remaja untuk menggunakan bahasa daerah.

Ganjar menambahkan, dalam ranah sastra Sunda, dia tidak melihat adanya wajah-wajah baru. "Hadiah sastra diisi oleh wajah yang sama, belum ada regenerasi," ungkapnya. Selain itu, aksara Sunda yang juga sudah ditinggalkan.

Menurut Ganjar, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk melestarikan bahasa daerah tersebut, di antaranya adalah mengubah metode pengajaran bahasa Sunda.

Sekarang, hanya pesantren yang mewajibkan anak muridnya berbahasa sunda dalam kegiatan sehari-hari. Ganjar mengatakan bahwa pesantren adalah benteng terakhir dalam pelestarian bahasa Sunda.


Sumber : http://nationalgeographic.co.id/lihat/berita/1527/bahasa-sunda-di-ujung-tanduk


Read more

Rabu, 29 Juni 2011

Feses Jadi Petunjuk Kehidupan Orang Romawi Kuno


Sekitar 10 ton feses berumur 2.000 tahun yang diangkat dari pembuangan limbah di bawah kota kuno Herculaneum, dekat Naples, Italia, memberikan pandangan baru tentang kehidupan orang-orang biasa sehari-hari dalam Kekaisaran Roma.

Berdasarkan temuan biji-bijian, pecahan cangkang, dan temuan lain menunjukkan bahwa penduduk Herculaneum memiliki jenis makanan yang beragam, termasuk ayam, kambing, ikan, buah ara, adas, zaitun, bulu babi, dan beberapa moluska. "Makanan standar orang kota," kata peneliti sejarah Andrew Wallace-Hadrill. "Jenis makanan yang baik, yang akan direkomendasikan dokter," tambahnya.

Temuan ini dianggap menarik karena mengungkap makanan orang-orang biasa. Makanan yang biasa terungkap adalah makanan para kaum elite Roma. "Baru sedikit yang diketahui tentang makanan orang biasa," Wallace-hadrill memberi catatan.

Feses ditemukan di tempat penampungan yang menampung limbah dari blok-blok tempat tinggal serta toko-toko. Menurut ilmuwan, tempat limbah ini dianggap terbesar dari yang pernah ditemukan. Panjangnya mencapai 70 meter dengan lebar 1 meter dan tinggi 2 hingga 3 meter. Para peneliti tidak menemukan saluran pengaliran dari tempat penampungan.

Tempat penampungan tersebut diperkirakan berasal dari tahun 79 SM. Saat itu, terjadi letusan Gunung Vesuvius yang mengubur Herculaneum dan tetangganya yang terkenal Pompeii.

Para peneliti menemukan perhiasan, koin, dan batu-batu berharga dari toko pernak-pernik. Mereka juga menemukan perabotan rumah tangga, seperti lampu rusak dan barang-barang pecah belah.

Fesesnya sendiri, seperti dikatakan Wallace-Hadrill, "Sama sekali tidak berbau." Saat ini baru 70 karung dari 774 karung feses yang sudah diteliti. Penelitian lebih lanjut, penelitian mikroskopis, terhadap feses diharapkan memberi informasi mengenai penyakit, bakteri, atau infeksi parasit.



Sumber : National Geographic News


Read more

Senin, 27 Juni 2011

Bahasa Indonesia Bahasa Resmi ASEAN?


ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) atau Majelis Antarparlemen ASEAN akan membahas kemungkinan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi ASEAN.

Kabar tersebut diungkapkan Marzuki Alie, ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia setelah menghadiri pertemuan antara delegasi AIPA dan para pemimpin negara anggota ASEAN dalam rangkaian acara KTT ASEAN di Balai Sidang Jakarta, Sabtu (7/5).

Usul penetapan bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa resmi ASEAN telah dikemukakan tahun lalu. Usul itu disampaikan oleh Marzuki Alie sebagai delegasi parlemen Indonesia dalam Sidang Umum ke-31 AIPA di Hanoi, Vietnam. "Usulan itu kita sampaikan di forum dan semuanya menerima dan akan dimasukkan statuta AIPA," kata Marzuki.

Hanya saja, prosesnya masih harus melalui beberapa tahapan, salah satunya adalah amandemen statuta. Perubahan statuta AIPA sendiri rencananya akan dibahas pada sidang yang akan diselenggarakan bulan September tahun ini di Kamboja.

Menurut Marzuki, sebagian besar anggota delegasi menerima usulan yang disampaikannya ketika itu. "Begitu kita sampaikan, langsung bisa saling mengerti dan menerima," tuturnya. Penerimaan itu berkaitan erat dengan kondisi beberapa negara anggota ASEAN yang memiliki akar bahasa yang sama dengan bahasa Indonesia, yaitu bahasa Melayu. Negara-negara tersebut diantaranya adalah Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Singapura.


Read more

Minggu, 08 Mei 2011

Relief Misterius di Kaki Borobudur


Siapa tak terpesona menatap keindahan Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah?

Dibangun pada masa Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra pada tahun 824, Borobudur terdiri dari 1460 panel relief dan 504 stupa. Namun, panel yang selama ini terlihat ternyata belum lengkap. Ada panel-panel yang sengaja ditimbun tanah karena reliefnya dianggap vulgar dan cabul. Panel-panel itu terletak di bagian paling bawah, yang disebut Kamadhatu.

Bagian fondasi tersembunyi itu terdiri dari 160 relief adegan Sutra Karmawibhangga atau hukum sebab-akibat. Panel-panel itu menggambarkan perbuatan yang mengikuti hawa nafsu manusia, semisal: bergosip, membunuh, menyiksa dan memerkosa. Juga ada adegan-adegan seks dalam berbagai posisi.

Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial Universitas Indonesia, Edi Sedyawati mengemukakan, relief Karmawibhangga itu menggambarkan kehidupan masyarakat saat candi itu dibangun.

Ada sejumlah pendapat mengapa relief ini ditimbun. Bisa jadi karena kurang pantas dipertontonkan ke publik, tapi ada pula yang menduga penutupan ini semata-mata demi kestabilan posisi candi — agar tidak amblas.

Terlepas dari perdebatan itu, keseluruhan relief di Borobudur mencerminkan ajaran Budha Mahayana: semakin ke atas semakin mencapai kesempurnaan. Bagian paling bawah atau Kamadhatu menggambarkan perilaku penuh angkara murka dan hawa nafsu yang menyebabkan seseorang masuk neraka jahanam.

Bagian tengah (terdiri dari empat tingkat) dinamakan Rapadhatu, tempat manusia dibebaskan dari nafsu dan hal-hal duniawi. Sedangkan bagian teratas — termasuk tiga teras melingkar yang mengarah ke pusat kubah—disebut Arupadhatu, tempat para dewa bersemayam atau nirwana.

Keberadaan Borobudur sesungguhnya telah diketahui penduduk lokal di abad ke-18. Sempat tertimbun material Gunung Merapi, candi ini lalu ditemukan kembali oleh Sir Stanford Raffles pada 1814. Selanjutnya, pada 1885, arkeolog JW Yzerman mendokumentasi dan merekam reliefnya. Saat itulah, timnya menemukan relief tersembunyi di bagian paling bawah.

Sekitar tahun 1890-1891, bagian yang tertutup itu dibuka seluruhnya oleh fotografer Kasiyan Chepas untuk dipotret satu per satu. Batu bervolume 13000 meter kubik ini diangkat, lalu dikembalikan lagi ke posisi semula. Hingga hari ini, bagian itu ditimbun tanah sehingga tak seorangpun bisa melihat. Ada tiga panel di bagian tenggara candi yang terbuka--diduga karena proses penutupan kembali yang tak sempurna.

Hasil bidikan Chepas kemudian dibukukan pada 1931. Buku aslinya kini ada di Museum Nasional, Jakarta. Sedangkan klise asli disimpan di Museum Tropen, Amsterdam karena statusnya milik Pemerintah Belanda. Pemerintah Indonesia memiliki replika seluruh foto itu.


Sumber : http://id.custom.yahoo.com/paling-indonesia/jalanjalan-kuliner-artikel/article-relief-misterius-di-kaki-borobudur-74


Read more
Prev home
 

Followers


SEO Stats powered by MyPagerank.Net
free counters

100 Blog Indonesia Terbaik
News & Media Blogs - BlogCatalog Blog Directory

DMCA.com
jack in the box Copyright © 2011 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template edit by Imzzt

Back to Top