-->
#NovemberSpeak: Lakukan hal-hal yang selalu Anda inginkan sekarang juga. Atau buatlah rencana-rencana sekarang. Atau programkan pikiran bawah sadar sekarang. Bukan besok! Selamat Datang di jackbox.tk..Jack In The Box merupakan blog sharing dan berbagi yang memberikan artikel-artikel menarik dan inspiratif seperti artikel kesehatan,artikel pendidikan,artikel motivasi,artikel bahasa inggris,artikel lingkungan hidup,artikel islam,artikel menarik,artikel komputer,artikel cinta,tv online,berita,tips,trik,info,teknologi,film serta memberikan informasi,kejadian aneh,unik,life style, berita pilihan terkini secara gratis...Enjoy Here!!! >> ( dicari artikel yang menarik dan original yang belum dipublikasikan sebelumnya untuk dipublikasikan di blog ini, segera kirim ke email: im_zzt@yahoo.co.id ) @ Jack In The Box indonesia blogger .
Tampilkan postingan dengan label Berita Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Politik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 September 2011

Kisah Mantan Tukang Sapu Jadi Presiden


Usianya sudah 74 tahun, namun Michael Sata membawa harapan baru bagi rakyat Zambia. Tampil sebagai pemenang pemilu presiden, Sata bertekad mengangkat harkat rakyat di negeri kawasan selatan Afrika itu, yang kaya akan hasil bumi namun sebagian besar rakyatnya tetap melarat.

Kemenangan Sata juga membawa inspirasi bagi siapapun yang menaruh cita-cita setinggi langit. Sebelum sukses menjadi politisi, dan kini tampil sebagai presiden terpilih, Sata melakoni beragam profesi - mulai dari polisi, aktivis serikat, bahkan menjadi petugas kebersihan. Harian Inggris, The Telegraph, mengabarkan bahwa Sata rutin menyapu stasiun kereta Victoria di London tatkala menuntut ilmu di sana.

Sata pun bermental baja. Kalah dari Presiden saat ini, Rupiah Banda, pada pemilu 2008 lalu, hanya dengan selisih 2 persen dari total jumlah suara, Sata tidak menyerah. Tak puas hanya menjadi pemimpin oposisi di parlemen, dia lalu maju lagi pada Pemilu 2011 dan kali ini hasilnya tidak sia-sia.

Menurut kantor berita Reuters, 23 September 2011, Mahkamah Agung mensahkan Sata sebagai pemenang pemilu pada Jumat pagi waktu setempat. Sata langsung dilantik pada hari itu juga.

Dia berhasil mengalahkan Banda. Keunggulan Sata atas Banda relatif tipis. Dari 95,3 persen kertas suara yang telah dihitung, Sata meraih dukungan 1.150.045 suara, sedangkan Banda 961.796.

Sata dikenal pendukungnya dengan julukan Raja Kobra, mengingat dia sangat kritis. Dia pun suka bicara ceplas-ceplos dan sering melontarkan lelucon. Politisi berusia 74 tahun itu terang-terangan menolak dominasi perusahaan-perusahaan tambang asing, terutama dari China, di negaranya. Dia juga tidak surut mengritik ketidakbecusan pemerintah saat ini dalam menata ekonomi dan menegakkan hukum.

Dalam suatu kampanye, Sata menyatakan dia bakal membersihkan Zambia dari sampah-sampah korupsi. Dia ingin membersihkan semua kotoran itu segiat saat dia masih menjadi tukang sapu di Stasiun Victoria, London.

"Saya tidak pernah mengeluh apa yang saya kerjakan. Saya ingin menyapu negeri saya, bahkan ingin membuatnya lebih bersih dari yang saya lakukan saat menyapu stasiun kereta Anda," kata Sata suatu ketika kepada wartawan Inggris, yang dikutip harian The Telegraph.

Di masa muda, Sata pernah menimba ilmu politik di London. Namun, untuk memenuhi kebutuhan hidup, dia bekerja sebagai petugas kebersihan untuk perusahaan British Rail. Tidak disebutkan secara jelas berapa lama Sata merantau di Inggris dan di universitas mana dia belajar.

Menurut Voice of America, Sata juga pernah berkarir jadi petugas serikat dagang dan polisi sebelum masuk ke gelanggang politik di awal dekade 1960an. Ketika masih menjadi koloni Inggris, Zambia saat itu masih bernama Northern Rhodesia.

Karir Sata di politik pun meningkat. Dia sempat menjadi Menteri Kesehatan dan Menteri Tenaga Kerja sebelum akhirnya keluar dari partai yang berkuasa dan membentuk partai sendiri bernama Fron Patriotik.

Selain bertekad menegakkan hukum yang bersih, Sata pun berjanji tidak akan minum air kemasan hingga "semua rakyat Zambia punya hak yang sama atas akses air bersih." Janji itu dimuat dalam laman Partai Fron Patriotik yang dipimpin Sata.

Pemerintahan Lemah

Kaya akan tembaga, Zambia masih berstatus negara Afrika yang melarat. Itulah sebabnya Sata terus mengritik Presiden Banda yang selama ini lemah terhadap investor asing dan korupsi sembari membiarkan banyak warga yang masih miskin.

Perusahaan-perusahaan tambang asal China merupakan investor asing utama bagi Zambia. Menurut data Kedutaan Besar China di Zambia, yang dikutip harian The Guardian, investasi mereka di negeri itu hingga akhir 2010 mencapai US$2 miliar.

Pemerintahan Presiden Banda bangga bahwa para investor menciptakan banyak lapangan kerja. Namun, Sata menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan asing itu justru menciptakan sistem perbudakan baru, dengan mempekerjakan warga lokal dengan kondisi yang tidak layak dan mengacuhkan budaya setempat.

Sata pun pernah mengancam bakal mengusir para investor China dari tambang-tambang di Zambia setelah muncul kasus para manajer asing memperlakukan pekerja lokal dengan semena-mena. Menurut harian The Wall Street Journal, sedikitnya ada dua kasus manajer tambang asal China menembaki para pekerja yang menggelar aksi protes.

Sata menegaskan dia tidak anti investor asing. "Mereka tetap penting bagi Zambia dan kami terus menyambut mereka. Namun mereka juga harus menghormati hukum tenaga kerja di sini," kata Sata.

Sebagai pesaing utama Sata, Presiden Banda saat berkampanye mengagung-agungkan pesatnya pertumbuhan ekonomi Zambia. Tahun lalu, pertumbuhan ekonomi sebesar 7,6 persen dan tahun sebelumnya 6,4 persen. Bagi IMF, Zambia merupakan negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi terpesat di Afrika.

Pertumbuhan ekonomi itu didorong oleh naiknya harga tembaga di bursa internasional dan derasnya investasi asal China di sektor sumber daya alam itu. Zambia dikenal sebagai pemilik tambang tembaga terbesar di Afrika dan masuk dalam daftar 10 Besar di dunia, demikian menurut laman harian Mail and Guardian.

Banda dan partainya, Gerakan untuk Demokrasi Multipartai (MMD), juga menonjolkan kebanggan bahwa selama 20 tahun memerintah mereka juga berhasil menciptakan lapangan kerja bagi banyak warga.

"Dari MMD, kalian menikmati pertumbuhan ekonomi yang lebih besar, lebih banyak investasi yang masuk, dan lebih banyak pekerjaan bagi kaum muda," kata Banda dalam kampanye pemilu hari terakhir pada 17 September 2011.

Angka-angka pertumbuhan ekonomi yang menjadi andalan kampanye Banda itu memang fantastis. Namun, partai pendukung Sata menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi negeri mereka selama ini tidak dinikmati sebagian besar rakyat.

Mayoritas warga di Zambia bahkan sulit membeli kebutuhan pokok dan makanan yang layak bagi keluarga mereka. Itulah sebabnya Sata berencana untuk menambah pendapatan dari pajak pertambangan sekaligus mengurangi ketergantungan akan bantuan asing.

Menurut Sata, Zambia selama diperintah Banda lebih banyak mendukung investor asing ketimbang rakyat sendiri. Presiden Banda memangkas 25 persen pajak keuntungan korporat di sektor pertambangan.

Kebijakan itu memang membuat senang para investor namun menyia-nyiakan ratusan juta dolar yang seharusnya bisa masuk ke kas negara dari pendapatan pajak korporat. Di sisi lain, rakyat di negeri yang kaya akan tembaga itu masih saja susah. Menurut data dari Mail&Guardian, sekitar 64 persen dari 12,9 juta rakyat Zambia masih hidup dengan pendapatan kurang dari US$2 (sekitar Rp18.000) per hari.

Presiden Banda pun dituding berkompromi dengan korupsi dan tidak meneruskan gerakan anti suap yang pernah dirintis pendahulunya, mendiang Presiden Levy Mwanawasa.

Buktinya, pemerintahan Banda menolak banding atas sidang pengadilan kepada mantan Presiden Frederick Chiluba, yang divonis bebas atas kasus korupsi sebesar US$500.000 selama memerintah 1991-2002.

Bahkan Banda memecat Ketua Gugus Tugas Anti Korupsi, Max Nkole, yang berupaya mengajukan banding atas vonis Chiluba. Belakangan, gugus tugas itu akhirnya juga dibubarkan.

Kelemahan rezim lama itulah yang menjadi bulan-bulanan tim kampanye Sata. Itulah sebabnya kalangan pengamat politik di Zambia menilai Sata "berbicara apa yang ingin rakyat dengar."

Para pendukung Sata bersuka cita merayakan kemenangan pemimpin mereka di Ibukota Lusaka. Mereka bernyanyi dan bersorak gembira begitu Sata dinyatakan sebagai pemenang pemilu.

"Pada akhirnya keinginan rakyat telah dihormati. Rakyat ingin perubahan," kata seorang pedagang asongan, Peter Musonda, kepada Reuters.

Kini, rakyat Zambia tidak hanya menunggu kata-kata tajam si Raja Kobra, namun juga berharap pemimpin baru itu segera menepati janji-janjinya begitu menjadi presiden.

"Ada banyak harapan dan bila dia tidak memenuhinya banyak warga akan kecewa," kata seorang supir taksi bernama Francis Musonda, juga kepada Reuters. "Namun dia adalah orang yang benar-benar kerja dan saya percaya kepada beliau," lanjut Musonda.


Sumber: Vivanews.com




Read more

Kamis, 14 Juli 2011

Penggantian Riedl Berisiko


Keputusan pengurus PSSI mengganti pelatih tim nasional, Alfred Riedl, dengan Pelatih PSM Makassar Wim Rijsbergen, hanya 10 hari menjelang laga Pra-Piala Dunia 2014, berisiko mengganggu kekompakan tim. Masalah ini juga bisa makin rumit jika Riedl melapor ke FIFA.

Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, Rabu (13/7), menjelaskan, Riedl tidak akan menjadi pelatih tim nasional mulai Kamis ini. Keputusan ini diambil karena Riedl tidak menandatangani kontrak dengan institusi PSSI, tetapi dengan pribadi. ”Pelatih bukan Riedl mulai besok. Kontrak dia bukan dengan PSSI. Kami cari kontraknya di PSSI tidak ada,” ujar Djohar.

Posisi Riedl di timnas senior akan diisi oleh Pelatih PSM Makassar Wim Rijsbergen. Mantan pemain tim Belanda yang ikut Piala Dunia 1974 dan 1978 itu bertugas melatih tim ”Merah Putih” dalam dua laga Pra-Piala Dunia 2014 melawan Turkmenistan pada 24 dan 28 Juli.

PSSI juga mengganti asisten pelatih timnas, Wolfgang Pikal dan Widodo Cahyono Putro. Jajaran pengurus Badan Tim Nasional (BTN) seperti Deputi Bidang Teknik Iman Arif juga digeser. PSSI lalu mengangkat CEO Persibo Bojonegoro Ferry Kodrat sebagai manajer timnas.

Mengenai pertimbangan tidak mempertahankan Riedl hingga dua laga Pra-Piala Dunia, anggota Komite Eksekutif, Bob Hippy, menjelaskan, kendalanya ada pada kontrak Riedl. ”Tidak segampang itu karena persetujuan yang ada pada kami bukan seperti itu. Kontraknya dengan Pak Nirwan Bakrie, bukan dengan federasi,” ujar Bob.

”Jadi, negosiasi susah, bosnya dia itu federasi atau BTN atau pribadi Pak Nirwan. Tidak semudah itu, ada kontrak, ada hak-hak yang belum dibayar,” ujar Bob.

Mantan Sekretaris Jenderal PSSI Nugraha Besoes menjelaskan, kontrak Riedl dengan PSSI memang ditandatangani oleh Nirwan Bakrie sebagai Wakil Ketua Umum PSSI yang membawahi BTN dan PT Liga Indonesia.

Widodo Cahyono Putro menjelaskan, dalam dokumen kontrak dirinya sebagai asisten pelatih timnas, ada kop PSSI dan ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal PSSI pada waktu itu, Nugraha Besoes, dan BTN.

”Kalau saya tidak mau ribut-ribut, yang penting hak-hak saya dipenuhi,” ujar Widodo yang belum menerima surat PSSI terkait dengan penggantian dirinya.

Kekompakan tim

Widodo menilai, sebagai mantan pemain timnas dan asisten pelatih, penggantian pelatih hanya dalam 10 hari menjelang laga krusial seperti Pra-Piala Dunia akan sangat memengaruhi kekompakan tim. Dibutuhkan waktu minimal tiga bulan untuk membangun kekompakan tim.

”Tim ini sudah menyatu antara pemain dan pelatih mulai dari Piala AFF dan tinggal meneruskan, membenahi mana yang kurang. Kalau diganti, ya, harus memulai dari nol lagi. Tetapi, itu sepenuhnya hak pengurus PSSI,” ujar Widodo.

Kapten timnas senior, Firman Utina, saat dihubungi wartawan menilai, hubungan Riedl dengan para pemain selama ini sangat bagus. ”Kami sangat kompak,” ujar Firman.

”Jenderal” lapangan tengah ini menegaskan, kekompakan antara tim pelatih dan pemain ini bisa menutupi waktu persiapan timnas yang sangat minim. ”Itu bisa menjadi modal bagus. Jika ada pelatih baru, pasti butuh penyesuaian lagi,” ujar Firman.

Rijsbergen yang sedang berada di Belanda dijadwalkan tiba di Jakarta pada Kamis, hari pertama timnas senior menjalani pemusatan latihan. (ANG)



Sumber : kompas.com


Read more

Minggu, 22 Mei 2011

Marzuki Alie Beber Penyebab Bobroknya DPR


Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Marzuki Alie, membantah menyebut bahwa sebanyak 70 persen anggota DPR membawa petaka. Menurut Marzuki, seluruh anggota DPR dengan proporsi 70% anggota baru itu, tidak didukung sistem yang baik, baik itu sistem di partai, dan DPR. Kondisi ini yang membuat petaka dan bobroknya DPR.

Sistem yang tidak baik apa yang dimaksud Marzuki? Menurut Marzuki, persoalannya ada pada beberapa hal, antara lain rekrutmen politik yang tidak jelas, tidak ada pembinaan yang terstruktur dan sistematis di partai, serta tidak ada gradasi dalam pembinaan di partai.

"Itu mengakibatkan mereka yang masuk di DPR sebagian tidak siap melaksanakan tugasnya sebagai anggota DPR," kata Marzuki Alie dalam keterangan tertulis kepada VIVAnews.com.

Marzuki menegaskan, kondisi itu tidak didukung dengan sistem pendukung yang kuat di DPR yakni seperti tenaga ahli yang memadai. Di negara demokrasi manapun, Marzuki melanjutkan, setiap anggota DPR diberikan tenaga ahli yang memadai untuk mendukung kerja anggota yang bermitra hingga 10 kementerian atau lembaga nonkementerian.

"Itulah sebabnya maka DPR merencanakan untuk menambah tenaga ahli. Saat ini baru ada dua orang," kata ketua DPR yang juga wakil ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu.

Bagi Marzuki, tenaga ahli DPR yang sudah berpengalaman akan memberikan kontribusi yang jelas dan berperan penting. Tapi, bagi tenaga ahli yang tidak berpengalaman akan berimbas sebaliknya. "Yakni, hanya datang, absen, dan duduk," sindir dia. Kondisi tenaga ahli DPR itu ditambah lagi dengan masalah kedisiplinan.

"Inilah yang membuat malapetaka semakin bobroknya kondisi DPR," jelas Marzuki. Kondisi diperburuk dengan DPR periode masa lalu yang 'mewariskan' ketidakpercayaan DPR di mata publik. "Pada saat kami terima dari DPR lalu, hasil survei media nasional, kepercayaan publik hanya 24 persen, di bawah 25 persen," kata Marzuki.

Marzuki mengakui, Undang-Undang Partai Politik tidak memaksa partai untuk melakukan pembinaan. Karena memang tidak ada sanksi atas kewajiban yang dilakukan partai.



Read more

Sabtu, 30 April 2011

FPI: Isu NII, Permainan Bodoh Intelijen


Front Pembela Islam (FPI) menuding menyebarnya kasus cuci otak dan hilangnya beberapa mahasiwa diduga Negara Islam Indonesia (NII) adalah bagian dari isu yang dirancang sistematis.

"Kalau kami lihat, NII yang diisukan ini NII palsu, ini bagian dari permainan intelijen, sengaja ada upaya untuk mem-blow up isu itu," kata juru bicara FPI, Munarman, kepada VIVAnews.com, Jumat, 29 April 2011. "Negara memanfaatkan isu untuk melakukan black propaganda. Kami tidak akan masuk ke permainan bodoh seperti ini."

Dijelaskan Munarman, sejak awal NII memang sengaja dipelihara. Tujuannya, kata dia, anti negara Islam. "Mestinya masyarakat tahu bahwa ini bagian dari upaya pembusukan Islam," tambah dia.

Munarman mengaku punya bukti bahwa NII terkait intelijen. "Ada tokoh intelijen yang ramai disebut media termasuk di dalamnya. Kami ada bukti video, waktu dia masih jadi kepala intelijen," kata dia, tanpa menyebut siapa tokoh yang dimaksud.

Video tersebut, jelas dia, menunjukkan kehadiran tokoh intelijen tersebut menghadiri acara wisuda di lembaga pendidikan yang diduga terkait NII. "Video itu sudah kami edarkan ke masyarkat dan ormas Islam lain," kata dia.

Dugaan serupa juga muncul dari Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Ia mensinyalir ada sikap pembelaan, pembiaran, bahkan pemeliharaan dari pejabat atau mantan pejabat tinggi negara terhadap NII.

"Si pejabat atau mantan pejabat itu sering datang ke acara-acara yang diindikasikan diadakan NII. Tapi kami tidak bisa menyebut satu persatu mantan pejabat itu," kata Din Syamsuddin dalam keterangan pers di PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 29 April 2011.

Sebelumnya, terkait dugaan keterkaitan NII dengan intelijen dibantah pemerintah. Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto mengatakan, tak ada keterlibatan TNI dan intelijen di balik gerakan yang disebut akan menjadikan Indonesia sebagai negara Islam. "Kayak kurang pekerjaan saja TNI sama intelijen," ujarnya.

Sementara, Kepala Badan Intelijen Negara, Sutanto, meminta masyarakat untuk tidak mengait-ngaitkan intelijen dengan Pesantren Al-Zaytun--yang diduga basis NII. "Jangan berpikir pada masa lalu. Sekarang transparan. Masyarakat bisa melihat apa yang kami lakukan," ujar mantan Kapolri ini.


Sumber : http://nasional.vivanews.com/news/read/217607-fpi--isu-nii--ini-permainan-bodoh-intelijen




Read more

Selasa, 19 April 2011

SBY : "Era Saya Beda dengan Pak Harto"



Pemerintah menggelar rapat dengan dunia usaha terkait rencana percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia. Di penutupan Rapat Kerja di Istana Bogor tersebut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan ada sejumlah perbedaan pemerintahannya dengan pemerintah sebelumnya.

SBY kemudian membandingkan pemerintahannya dengan sistem pemerintahan Presiden Soeharto. Saat itu kebijakan Soeharto bersifat sentralistik.

"Pemerintahan top down. Presiden bisa berbuat banyak," kata SBY di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa, 19 April 2011.

SBY mencontohkan masalah pembebasan tanah yang sulit dilakukan pada masa pemerintahannya. Pada masa Presiden Soeharto, pembebasan tanah tidak menuai masalah, beda dengan sekarang yang selalu timbul masalah, apabila ada upaya pembebasan lahan.

Presiden kemudian mengutip Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia, Sofyan Wanandi, yang mengungkapkan penyelesaian persoalan di dunia usaha di masa sekarang juga harus berbeda dengan dulu.

"Bisnis dulu bisa diatur dan ditata. Belum berlaku sistem otonomi daerah seperti sekarang ini," kata dia.

Menurut Yudhoyono, tantangan sekarang ini lebih besar. "Kita semua memotret, maka semua itu terkait erat dengan istilah klasik tapi tetap hidup yaitu good governance dan birokrasi yang baik," ujar SBY.

SBY pun mengakui, saat ini pemerintah belum berhasil memperbaiki sistem birokrasi di Indonesia yang responsif dan akuntabel. "Itu menjadi sandungan pertama. Harus kita akui," kata SBY.

Selain itu, SBY juga menyadari ketidakpastian hukum menjadi hambatan dan tantangan bagi dunia usaha saat ini. "Jodohnya adalah kepatuhan pada aturan hukum," imbuhnya.

"Semua harus instropeksi dengan demikian dunia usaha dan investasi ke depan makin baik," lanjutnya.


Sumber



Read more
Prev home
 

Followers


SEO Stats powered by MyPagerank.Net
free counters

100 Blog Indonesia Terbaik
News & Media Blogs - BlogCatalog Blog Directory

DMCA.com
jack in the box Copyright © 2011 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template edit by Imzzt

Back to Top